Pulau Lae-lae, Pemandangan Indah di Sisi Barat Kota Makassar

Sales Coordinator Arbor Biz Hotel Makassar, Chacha Mirza, menggunakan perahu motor milik nelayan saat berlibur di Pulau Lae Lae.

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kota Makassar ternyata memiliki satu pulau yang menawarkan pesona keindahan yang tak kalah dengan yang lain. Pulau itu bernama Pulau Lae-Lae. Secara administratif, Pulau Lae-Lae termasuk dalam lingkungan Kecamatan Ujung Pandang, dengan luas 0,04 km persegi, dan dihuni oleh 420 keluarga atau sekitar 1.780 jiwa.

Pulau Lae-lae sendiri termasuk dalam gugusan pulau-pulau yang berada di dalam kawasan wisata pulau kota Makassar. Di sekitarnya terdapat beberapa pulau kecil yang jaraknya tidak terlalu jauh, seperti Pulau Barangcaddi, Kodingareng Keke, dan Baranglompo. Namun yang paling terkenal dan ramai di kunjungi wisatawan adalah Pulau Samalona dan Pulau Lae-lae. Di sela kesibukannya, beberapa bulan lalu, Sales Coordinator Arbor Biz Hotel Makassar, Chacha Mirza, menyempatkan diri ke Pulau Lae Lae.

“Saya bersama teman-teman sengaja ke Pulau Lae Lae untuk tujuan refreshing, melepas penat dari kesibukan kerja sehari-hari. Cuma sekitar dua jam menikmati pemandangan alam, mengabadikan gambar melalui kamera, kami pun pulang,” jelas ibu yang hobi traveling ini.

Untuk bisa sampai ke wisata pulau Lae Lae, Chacha menyeberang dari Kota Makassar dengan menyewa perahu motor milik nelayan. Biaya sewanya relatif murah, hanya Rp 25.000 per orang untuk sekali menyeberang. Mahal atau murahnya biaya untuk menyeberang, sebenarnya tergantung dari kesepakatan dengan si pemilik perahu. Waktu penyeberangan biasanya membutuhkan 5-10 menit.

Pulau ini sebenarnya tidak jauh dari pesisir Pantai Losari, bahkan bisa dibilang jaraknya sangat dekat dengan bibir kota. Sehingga pemandangan dari beberapa titik di Pulau Lae-lae, sudah bisa melihat hiruk pikuk kota Makassar dengan kasat mata.

“Jika hanya sekedar refersehing, tidak perlu pergi jauh keluar Kota Makassar. Ada Pulau Lae Lae yang dapat ditempuh tidak terlalu lama. Biayanya pun sangat ekonomis, dengan pemandangan yang tidak kalah dibandingkan pulau lain,” tegas Chacha.

Begitu menginjakkan kaki di Pulau ini, menurutnya, wisatawan akan di sambut dengan hamparan pasir putih, dengan pepohonan yang terlihat sudah mengering tanpa daun. Ini yang membuat pemandangannya unik dan berbeda dengan pantai lain. Belum lagi pasirnya yang putih, meskipun tidak selembut yang ada Pantai Bira Bulukumba, menjadikan Pulau Lae Lae sebagai salah satu tempat yang tepat dijadikan sasaran bidikan lensa para fotografer.

Pulau ini terkenal memiliki pemandangan sunset yang menawan. Sunset yang disajikan oleh Pulau Lae-Lae pun akan sangat memberi kesan yang indah bagi para pengunjung. Sayangnya Chacha saat itu tidak sempat bermalam, karena harus menghadiri salah satu acara yang dilaksanakan oleh mitra kerjanya.

Untuk bermalam di Pulau Lae-Lae telah disediakan pondok kecil yang dikelola oleh warga setempat. Untuk semalamnya, wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp 50 ribu. Bagi Anda tidak membawa bekal, di sekitar pulau sudah banyak juga warung warung yang menyediakan makanan dan minuman. Untuk semangkuk mie instan hangat hanya Rp 10.000 per porsi.

Konon asal muasal dari nama Lae-lae sendiri menurut cerita penduduk setempat, ada sebuah kapal bermuatan orang-orang dari Tiongkok terdampar di karang berpasir. Ketika ita ia memanggil-mangil dan berteriak dengan bahasa mereka, Lae Lae yang artinya kemari kemari. Semenjak itulah tanjung itu disebut Tanjung Lae Lae dan sekarang menjadi Pulau Lae-lae. Meski terkesan cukup minimalis, namun setidaknya Pulau Lae-Lae bisa jadi alternatif terbaik berlibur di Kota Makassar, dengan harga lebih ekonomis.
Nur Rachmat