UMI Makasssar Tuan Rumah ON-MIPA Nasional 2019, Ada 256 Mahasiswa dari 83 Perguruan Tinggi Bersaing

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, mendapat kepercayaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olempiade Nasional Matematika dan ilmu pengetahuan alam (ON-MIPA) perguruan tinggi se-Indonesia 2019.

Hajatan bergengsi untuk lombah tingkat mahasiswa ini akan berlangsung selama tiga hari, sejak 26-29 April. Diikuti oleh 256 pewakilan mahasiwa dari 83 Perguruan Tinggi di tanah air.

Mewakili Menristek Dikti, melalui Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Prof Dr Aris Munandar menyampaikan keguatan lomba semacam ini sangat penting peranya. Terutama bagaimana mengasah kemampuan mahasiswa dalam berkompetisi secara ilmiah dengan kecerdasan intelektual.

“Apalagi di Dikti ada beberapa program dimana, Peningkatan kualitas relefansi, akses dan pendidikan. Program akses sangat penting bagi kita semua. Apalagi saat ini kita buat peningkatan kualiatas partisipasi kuliah,” kata Prof. Ismunandar.

Menurutnya, keguatan ini meningkatkan kualitas pendidikan. Disisi lain, sangat berguna bagi generasi muda untuk meningkatkan partisipasi minat pada bidang ilmu tertentu.

“Kegiatan ini menuntut mahasiswa ke hal yang tingkat tinggi. Juga meningkatkan kemapuan mahasiswa untuk giat lagi. Harapannya supaya mahasiswa itu senang belajar matematika dan sains, karena belajar Matematika dan sains usaha penting untuk zaman sekarang,” pesan Aris Munandar.

Dia menjelaskan, kedepan Indonesia bukan hanya sebagai generasi emas, tapi mewujudkan generasi handal yang bisa meneruskan cita-cita luhur pendiri Bangsa ini.

Karena itu, dengan dilaksanakan ON MIPA 2019 ini merupakan wujud Kemenristekdikti untuk menjalin meningkatkan kompetensi sesama mahasiswa, melatih kemampuan mahasiswa dalam bidang, matematika dan Ilmu pengetahuan alam.

“Serta mendorong peningkatan kemampuan akademik dan memperluas wawasan mahasiswa bidang MIPA. Dan juara nantinya, kita berikan hadiah, juga diberikan kesempatan bersaing di skala internasional,” pungkasnya.

Dilokasi yang sama, Rektor UMI Makassar, Prof Dr Basri Modding menyampaikan bahwa kegiatan nasional di UMI, ini bukan kali pertama. Akan tetapi sudah banyak kegiatan yang dilakukan baik secara nasional dan internasional di kampus tersebut.

Menurutnya, dengan adanya hajatan Akbar memberikan gambaran kepada masyarakat umum dan pemerintah bahwa eksistensi UMI telah mengelolah pendidikan dengan baik, sesuai nawacita yang diharapkan bersama.

“Jadi memang kegiatan nasional seperti ini sudah kali ke empat di UMI. Bukan hanya lombah MIPA, tapi kegiatan lainya. Harapan kami kedepan tentu mahasiswa yang ikut kompetisi bisa mengharumkan nama kampus masing-masing,” singkatnya.

Pada kesempatan ini, selaku ketua panitia dan tuan ruma, Wakil Rektor III UMI Makassar, Prof Dr Laode Husen menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah berjalan sesuai jenjang dan tahapan.

Dimana kata dia, seleksi Sebelumnya, peserta telah melalui dua tahap seleksi. Seleksi Tahap I dilaksanakan oleh perguruan tinggi untuk memilih tujuh orang mahasiswa pada tiap bidang. Setelah itu, mereka berkompetisi di LLDikti masing-masing wilayah diselenggarakan pada tanggal 26-27 Maret 2019 di 17 kota.

“Ada Tiga tahap dalam kegiatan ini, seleksi tingkat perguruan tinggi, dan kedua seleksi di LLdikti dan ketiga hari ini di UMI. Kegiatan akan berlangsung selama 3 hari, diikuti 256 perwakilan mahasiswa dari PTN dan PTS,” ujarnya.

Sebanyak 256 mahasiswa pilihan dari 83 Perguruan Tinggi bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam masing-masing bidang olimpiade, yaitu Fisika, Matematika, Kimia dan Biologi atau dengan jumlah 64 peserta lomba pada setiap bidangnya.

Secara gambaran umum, ON MIPA menjadi cara untuk meningkatkan penguasaan iptek di kalangan masyarakat (knowledge-based society) serta Kemajuan iptek serta perubahan tatanan sosial menuntut penyesuaian kualitas pendidikan
maupun kualitas pembelajaran.

“ON MIPA diharapkan akan membangun kemampuan mahasiswa untuk meneliti dan menulis karya ilmiah di bidang yang diminati guna diri pribadi, masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Laode menambahkan, tujuan dari kegiatan, mahasiswa Indonesia dapat meraih prestasi di level internasional dan melatih dirinya untuk bersaing dan dan berdamping dengan masyarakat global.

Hal tersebut sejalan dengan peran Kemenristek Dikti dalam meningkatkan jumlah mahasiswa berprestasi guna mewujudkan sumber daya manusia yang kompetitif, inovatif, dan berkarakter .

“Jadi, tujuanya kegiatan ini meningkatkan pemahaman mahasiswa di bidang MIPA, memperluas akses ke depan serta menjadi daya saing di masa akan datang,” tutupnya. / Komang Ayu