Tauzia Hotels Umumkan Pembukaan FOX Lite Royal Bay Makassar

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR –  FOX Hotels, bagian dari TAUZIA Hotels, terus memperluas jaringan dengan pembukaan dua properti baru, FOX HARRIS Hotel Pangkalpinang Bangka dan FOX Lite Royal Bay Makassar, yang diumumkan melalui konferensi pers secara virtual.

Menampilkan desain yang mudah beradaptasi, ramah, dan humanis, merek hotel skala menengah ini menawarkan layanan yang santai namun tetap intuitif bagi para tamu.

Terinspirasi persona ‘Gipsy the Fox’, karakter petualang fiksi yang melakukan perjalanan keliling dunia, untuk menghidupkan kembali hotel-hotel dengan menciptakan pengalaman menginap yang unik dan dinamis.

Corporate Director of Marketing TAUZIA Hotels,  Irene Janti menjelaskan, merek FOX Hotels menghadirkan properti dinamis, yang dirancang khusus untuk generasi baru pelancong bisnis dan liburan.

FOX Lite Royal Bay Makassar berlokasi di Jalan Sultan Hasanuddin, dekat dengan tempat-tempat wisata terkenal, seperti Pantai Losari yang hanya berjarak 10 menit berjalan kaki dari hotel, Benteng Rotterdam, dan pusat perbelanjaan.

“Hotel ini memiliki 186 kamar yang dirancang secara modern, kolam renang, restoran, ballroom dan lima ruang pertemuan yang ideal untuk acara sosial dan bisnis. Kota Makassar memiliki potensi dalam jumlah pelancong dan kebutuhan akomodasi,” ujar Irene.

Dengan dibukanya FOX HARRIS Hotel Pangkalpinang Bangka dan FOX Lite Hotel Royal Bay Makassar, manajemen TAUZIAHotels berharap dapat memberikan alternatif unik dan baru bagi para traveller, untuk pilihan akomodasi di kota-kota tersebut, dengan menghadirkan desain kontemporer untuk pengalaman menginap yang menyenangkan, dimana para tamu dapat menikmati ‘A Moment in Life’.

Selain FOX HARRIS Hotel Pangkalpinang Bangka dan FOX Lite Hotel Royal Bay Makassar, TAUZIA Hotels juga akan membuka FOX Hotel Jayapura Papua yang direncanakan pada akhir 2020.

Hal ini ditandai dengan pengumuman pembukaan kompetisi Cut & Paste: Collage Competition Jayapura dengan tema “Pearl of the East”. Para peserta diundang untuk mengumpulkan karya seni kolase yang merupakan interpretasi mengenai kota Jayapura sebelum 20 Agustus 2020. Nur Rachmat