Sektor Jasa Keuangan di Sulsel Stabil 

Karyawan Bank Mega sedang menghitung uang. POTO: MASYUDI FIRMANSYAH/BISNIS SULAWESI

 

 

 

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Sektor Jasa keuangan di Sulsel per Februari 2020 dinilai masih dalam kondisi stabil. Kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan Februari 2020 bergerak sejalan dengan perkembangan yang terjadi di perekonomian domestic.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Moh. Nurdin Subandi mengatakan, kredit bank umum mencatat pertumbuhan positif sebesar 2,54 persen yoy menjadi sebesar Rp122,21 triliun.

“Pertumbuhan tersebut ditopang kredit produktif yang tetap tumbuh double digit di level 13,38 persen yoy sebesar Rp73,56 triliun,” ujar Nurdin

Dia menjelaskan, piutang pembiayaan perusahaan tumbuh sebesar 8,71 persen yoy menjadi Rp14,06 triliun.

Adapun pembiayaan melalui perusahaan pegadaian tumbuh sebesar 28,43 persen yoy menjadi sebesar Rp 4,56 triliun.

Dia menjelaskan, profil risiko lembaga jasa keuangan masih terjaga dengan rasio NPL dan LDR perbankan masing-masing sebesar 3,05 persen dan 123,57 persen.

“Sedangkan rasio NPF perusahaan pembiayaan sebesar 2,82 persen,” imbuh Nurdin.

Komang Ayu