Ratusan UMKM dan Puluhan Koperasi di  Sulsel Terdampak Covid 19

UMKM menjadi salah satu industri yang terimbas dampak Pandemi Covid 19. sebagian UMKM dan Koperasi di Sulsel bahkkan tutup. POTO : DOK. BISNIS SULAWESI

 

 

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga Koperasi menjadi dua jenis usaha yang terdampak akibat pandemi Covid 19. Termasuk UMKM dan koperasi di Sulawesi Selatan

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel, Abd Malik Faisal mengatakan, berdasarkan laporan data perkembangan UMKM, Koperasi, dan karyawan, per 14 April 2020, di Sulawesi Selatan ada sebanyak 719 UMKM, 35 Koperasi dengan sekitar 822 karyawan yang terkena dampak mewabahnya Covid-19.

Itu kata dia, merupakan data yang dapatkan melalui aplikasi yang dibuat Dinas Koperasi Sulsel. Data ini nantinya akan diintegrasikan ke sistem yang ada di kementerian.

‘’Dari sekian banyak UMKM dan koperasi, sekitar 50 persen tutup karena mngalami kesulitan operasional akibat Covid 19. Sebagian lainnya masih jalan, namun dengan omset yang jauh berkurang dengan perputaan modal yang tidak tercapai,” ujar Abdul Malik Faisal.

Nantinya, kata dia, para pelaku usaha mikro dan ultra mikro bisa di fasilitasi untuk kegiatan prakerja.

Pemerintah terus berupaya melakukan jaring pengaman ekonomi untuk para pelaku usaha yang terkena darurat pandemi Covid 19. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) telah merilis formulir elektronik (e-Form) untuk mendata pelaku koperasi dan UMKM terdampak.

Sekretaris Kementerian Koperasi UKM Rully Indrawan mengatakan penggunaan e-Form dilakukan guna menjaring data yang akurat, sehingga bantuan kepada para pelaku UMKM tepat sasaran.

“E-form sangat diperlukan untuk memastikan tersedianya data yang akurat dan mutakhir,” katanya.

Ia menyadari kondisi, karakteristik, dan permasalahan UMKM di seluruh Indonesia yang beragam menjadi tantangan tersendiri bagi Kemenkop dan UKM untuk menyalurkan jenis program dan bantuan yang tepat.

Komang Ayu