Penyerahan Alumni PS GPM PAUD UT ke Dinas Pendidikan Kota Makassar

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Universitas Terbuka Makassar menyerahkan Alumni Program Sertifikasi Guru Pendamping Muda PAUD, kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Sebanyak 40 peserta ikut serta yang melakukan proses pembelajaran selama delapan kali pertemuan. Kegiatan pemberian sertifikat ini dilakukan secara simbolis di Gedung Pendidikan PAUD, Dinas Pendidikan Kota Makassar, Senin (29/4/2019).

Menurut Direktur Universitas Terbuka Makassar,  Andi Sylvana M.Si, pihaknya mengeluarkan Program Sertifikasi Guru Pendamping Muda PAUD (PS GPM PAUD), untuk memberikan pelatihan terkait dengan tugasnya sebagai guru PAUD. Dimana Universitas Terbuka membawahi 24 kabupaten/kota di Sulsel.

“Belum ada universitas lain yang memiliki program seperti ini. Apalagi dari materialnya maupun bahan ajarnya di kombinasi menjadi satu. Saya berharap lulusan PSGPN PAUD bisa lanjut ke jenjang Strata Satu (S-1) di Universitas Terbuka,” tuturnya.

Ditambahkan Andi Sylvana, lulusan PS GPN PAUD yang tertarik melanjutkan ke Jenjang S1 akan dibebaskan 2 Semester. Jadi tidak di mulai lagi dari nol, karena peserta lebih dulu mengikuti 8 kali pertemuan pembelajaran.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Rahman Bando mengaku sangat mengapresiasi Universitas Terbuka, yang turut andil membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM guru-guru PAUD.

“Saya kira ini adalah salah satu terobosan, dan langkah untuk turut andil dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya kota Makassar. Guru-guru PAUD ini adalah garda terdepan untuk memulai dasar-dasar pembentukkan karakter anak bangsa, dimana mereka menjadi tenaga pendidik level pendidikan paling awal TK/PAUD,” ujar Rahman.

Kehadiran Universitas Terbuka untuk memberikan sertifikasi, juga mendorong guru PAUD, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bagi Rahman, ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa.

Lebih Lanjut Rahman Bando menyebutkan, di Kota Makassar ada 800 lebih lembaga pengelola PAUD, dimana  persentasenya masih jauh di atas 50 persen yang tidak berkualifikasi sarjana khusus untuk pendidikan PAUD.