Pengembangan Pariwisata Halal Butuh Regulasi Jelas Dari Pemkot

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus menggenjot pengembangan pariwisata halal di Kota Makassar.
Dalam Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Wisata Halal yang diselenggarakan oleh Dispar di Hotel Aston Makassar, selain fokus pada destinasi, pengembangan pariwisata halal ini juga membutuhkan regulasi yang jelas dari Pemerintah Kota.
Komisi Ekonomi MUI, Kiagus Muhammad Faisal yang hadir sebagai pemateri menuturkan, dibutuhkan kebijakan agar branding industri pariwisata Kota Makassar dapat menjadi target utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pemerintah harus mendiskusikan kebijakan bagaimana Makassar dibranding industri pariwisatanya untuk menjadi target utama PADnya,” ujarnya Selasa (23/7/2019).
“Semua SKPD harus berorientasi wisata. Misalnya Dinas Pekerjaan Umum membangun jembatan, bisa dibangun jembatannya supaya bisa juga menjadi tempat foto-foto,” imbuhnya.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menuturkan, konsep halal pada penerapan pariwisata halal ini berbeda dengan konsep syariah.
Ia menerangkan, halal tourism atau pariwisata halal tidak hanya difokuskan kepada wisatawan muslim. Pariwisata halal menurutnya adalah suatu standar pelayanan bahwa semua yang diberikan kepada wisatawan baik itu makanan maupun pelayanannya, telah sesuai dengan hukum-hukum dan aturan yang ada secara normatif.
“Halal beda dengan syariah. Kalau kita bicara pariwisata halal, itu berbeda dengan pariwisata syariah. Kita ingin memberikan pelayanan yang lebih baik kepada customer dari mana pun juga dari seluruh dunia dengan memberikan suatu servis, tingkat pelayanan dengan nama halal tourism. Halal tourism tentu saja berbeda dengan syariah,” terangnya.
Ia berharap, hasil FGD ini ke depannya dapan memunculkan satu persepsi yang sama, sehingga regulasinya dapat segera dibuat dan dilaksanakan.
“Jadi bukan regulasi dulu, tapi samakan persepsi dulu. Sehingga kalau regulasinya keluar, semua sudah mengerti apa yang dimaksud di dalamnya,” tutur Iqbal.
Ia pun berharap agar Makassar dapat menjadi salah satu contoh kota dengan penerapan pariwisata halal yang baik.
“Kami harapkan Makassar nanti jadi salah satu contoh di Indonesia,” pungkasnya.