Pengamat : Ekonomi Sulsel Diperkirakan Turun

Warga sedang berbelanja di pasar Minasa Maupa, Gowa yang merupakan salah satu tempat aktifitas ekonomi daerah. Poto : Masyudi Firmansyah/Bisnis Sulawesi

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Pakar ekonomi Unismuh, Abdul Muthalib mengatakan, kondisi ekonomi saat ini tidak terlepas dari pengaruh ekonomi global. Termasuk adanya virus corona.

Dia memprediksikan pertumbuhan ekonomi hanya berada pada angka 4,5 persen saja secara nasional. Jika tak teratasi dengan baik, ia memprediksi bisa lebih buruk.

“Memang kita melihat aktivitas ekonomi sudah sangat menurun. Penggunaan anggaran pemerintah juga banyak dialihkan kepada penanggulangan bencana wabah virus corona. Selain itu, pada dasarnya pondasi ekonomi dalam negeri sangat lemah,” terangnya

Perekonomian Sulsel khususnya juga sudah mulai goyang. Meski memang pertumbuhan ekonominya masih lebih tinggi dari nasional. Hanya saja tak boleh dibiarkan berlarut larut. “Harus ada dana yang dioperasikan untuk memutar perekonomian,” ujarnya.

Sulsel kedepan, selain melakukan penanggulangan bencana akibat virus corona, juga harus menjalankan strategi pembangunan dengan memberdayakan home industry yang berorientasi ekspor.

“Ini agar bisa seimbang. Sehingga nantinya jika corona sudah bisa diatasi, pelan-pelan juga ekonomi bisa naik kembali. Pemerintah perlu menghidupkan industri yang berorientasi ekspor. Selain serapan tenaga kerja besar, juga dapat membangun daya beli masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Economic Institute (Center of Political Economics & Business Competition), Bahtiar Maddatuang mengatakan, hampir seluruh negara terkena dampak akibat virus corona. Khususnya pada perekonomian. Apalagi Indonesia yang bisa dibilang pondasi ekonominya lemah.

Bahtiar mengatakan, aktivitas ekonomi sebagian besar terhenti. Hal ini berimplikasi pada pengembangan ekonomi, khususnya di Sulsel.

“Hampir seluruh sektor terkena dampaknya, khususnya di Sulsel. Bahkan beberapa usaha telah merumahkan karyawannya,” kata Bahtiar.

Pemerintah, kata dia, harus segera mengambil langkah antisipasi. Meskipun lambat, roda ekonomi harus tetap berjalan. Sektor konsumsi yang selama ini membangun ekonomi di Sulsel.

“Pemerintah harus membangun komunikasi. Kemudian menggenjot ekspor, dan membangun basis-basis ekonomi, khususnya di UMKM,” jelasnya.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMKOP menambahkan, bisnis digital yang belakangan ini marak harus menjadi perhatian pemerintah. Apalagi disaat-saat seperti ini, dimana masyarakat lebih banyak memanfaatkan teknologi untuk memenuhi kebutuhannya.

“E-commerce harus di dorong agar memiliki implikasi dalam pengembangan ekonomi. Minimal ada stimulus dalam menggerakkan sektor ekonomi kreatif,” pungkasnya.

Komang Ayu