Pendapatan Negara Anjlok,  Pemerintah Harus Lebih Cepat Ambil Tindakan 

BISNIS SULAWESI.COM, MAKASSAR – Saat ini pendapatan negara Indonesia per Agustus 2020 mencapai Rp 1.028 triliun yaitu dimana saat ini Indonesia mengalami keterpurukan 13,5 persen dibandingkan dengan periode tahun lalu yang mencapai Rp 1.189,2 triliun.

Hal ini akibat rontoknya hasil kerja pendapatan negara dikarenakan performa penerimaan perpajakan yang semakin hari merosot akibat pandemi COVID-19.

Pakar Ekonomi Unismuh, Abdul Muthalib mengatakan bahwa realisasi penerimaan pajak di Semester I-2020 masih tercatat minus 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, Menkeu juga mengungkapkan bahwa berdasarkan jenis pajaknya terjadi pelambatan kontraksi yang terlihat di Juni lalu.

“Realisasi penerimaan pajak hingga akhir juni 2020 tercatat senilai Rp 531,7 triliun atau 44,4 persen terhadap target APBN 2020 sesuai Perpres 72 tahun 2020 yang mencapai Rp1.198,8 triliun,” kata Abdul Muthalib kepada Bisnis Sulawesi, Senin (8/9/2020).

Data Kementerian Keuangan menunjukkan sampai Agustus 2020, penerimaan perpajakan tercatat senilai Rp 795,9 triliun atau minus 13,5 persen dibandingkan tahun lalu. Kondisi serupa juga menimpa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang kenyataannya minus 13,48 persen.

“Data penerimaan berdasarkan jenis pajak pada akhir Semester I, mulai terlihat perlambatan kontraksi penerimaan. Seperti pajak penghasilan pasal 21, yang pada bulan mencatat minus 28,4 persen menjadi positif 13,5 persen. PPH impor tercatat minus 67 persen pada Mei, menjadi minus 54,2 persen. PPH badan yang tercatat -54 persen menjadi minus 41 persen. Sedangkan PPN dalam negeri yang tadinya minus 35,5 persen di Mei, membaik jadi minus 27,7 persen di Juni,” kata Abdul Muthalib.

Lanjut Abdul Muthalib, hal tersebut sedikit lebih baik dari bulan Mei. Demikian juga untuk PPN impor, yang telah menggambarkan ekonomi Indonesia mengalami tekanan terburuk terjadi di bulan Mei lalu.

“Kita berharap Juni ada pemulihan dan momentum ini diharapkan berjalan hingga Q3 dan Q4, sehingga perekonomian akan semakin baik ke depan, sehingga penerimaan pajak juga kembali naik,” jelasnya. Gilang Ramadhan