Pemkot Makassar Siapkan Paket Sembako untuk 150 Ribu Keluarga Miskin

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, melakukan peninjauan di gudang Dinas Sosial Kota Makassar. POTO: HUMAS PEMKOT MAKASSAR

 

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb mengecek langsung data keluarga miskin penerima paket bantuan sembako PSBB di Kantor Dinas Sosial Makassar. Pengecekan dilakukan untuk memastikan pendistribusian paket sembako berjalan lancar, mengingat beberapa kasus terjadi dalam pembagian sembako. Seperti pembagian yang tidak merata. Apalagi, paket yang disiapkan sangat banyak, mencapai 150 keluarga miskin.

‘’Saya sudah cek di dinas sosial, data penerima bantuan. Alhamdulillah tim Dinsos telah melakukan verifikasi dengan baik. Jika ada yang double atau sebaliknya, belum tercover, harus diperbaiki karena  program ini cukup banyak totalnya mencakup hampir 150 ribu kepala keluarga  miskin,’’ ujar Iqbal dihadapan sejumlah awak media.

Terkait adanya kejadian bantuan yang ditarik, Iqbal menjelaskan hal itu terjadi karena ketidakjujuran. Sudah mendapat bantuan di salah satu program, juga dapat bantuan dari program lain.

Iqbal mengimbau warga yang merasa berhak menerima bantuan paket sembako dalam program PSBB, untuk secepatnya melapor ke RW atau RT setempat kemudian dilaporkan ke Kelurahan untuk selanjutnya pihak kelurahan melakukan pengencekan layak tidaknya warga tersebut menerima bantuan program PSBB.

‘’Kalau mereka  tidak masuk dalam data penerima ketiga program lama, PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai dan  Bantuan Sosial Tunai, tentunya datanya akan dimasukkan dalam program sembako PSBB  ini,’’ jelas Iqbal.

Begitupun juga dengan warga tidak mampu, khususnya pendatang yang tidak mempunyai KTP dan bekerja di Makassar, tetap berhak mendapat bantuan. Tentu dari bukan program ini, melainkan bantuan dari perusahaan berupa CSR.

Usai mengunjungi kantor dinas sosial, Iqbal  kemudian meninjau Perum Pertani dan Bulog yang ditunjuk pemerintah kota sebagai penyedia sembako.

Iqbal meminta masyarakat bersabar, jika pendistribusian paket bantuan terlambat, karena dalam pengepakan dibutuhkan proses.

Nur Rachmat