Pegadaian Kanwil VI Makassar dan IBK Nitro Perkuat Kerja Sama

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Sebagai bentuk penguatan hubungan sekaligus silaturahmi, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VI Makassar  Zulfan Adam, didampingi Deputi Bisnis Area Makassar 2 Asih Subekti, mengunjungi Rektor IBK Nitro Dr. H. Moh. Hatta Alwi Hamu,. SE,. MM beserta jajaran, Rabu (09/06/2021).

Kegiatan audiensi tersebut, membahas program kerjasama yang sudah berjalan antara IBK Nitro dan Pegadaian sebelumnya.

Beberapa kerjasama yang sudah terjalin antara lain, beasiswa berupa bantuan laptop dari Pegadaian bagi mahasiswa D3 IBK Nitro, pembukaan buku rekening tabungan emas secara gratis untuk mahasiswa dan dosen IBK Nitro, dan lainnya.

Zulfan Adam mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin. Menurutnya, Pegadaian turut berbangga telah ikut andil dalam mencetak generasi bangsa yang lebih siap, untuk menghadapi dunia kerja.

“Pegadaian menilai IBK Nitro sangat berkomitmen dalam mempersiapkan lulusannya, untuk siap diserap perusahaan-perusahaan. Ke depannya kami akan sangat terbuka untuk berdiskusi dengan pihak kampus, mengenai mata kuliah atau pembelajaran apa saja yang dibutuhkan dan berguna di dunia kerja,” ujarnya.

Rektor IBK Nitro, Moh. Hatta Alwi menambahkan, komitmen IBK Nitro terhadap kesiapan anak didiknya di dunia kerja, juga ditunjukkan melalui ruang kelas yang di desain sedemikian rupa, sehingga mirip dengan ruang kantor.

“Kami bekerjasama dengan beberapa mitra yang sudah bekerjasama dengan IBK Nitro, dalam menyiapkan ruang kelas. Bahkan ada ruang kelas yang dinamai Pegadaian.  Kami berharap dengan adanya ruang kelas tersebut, dapat membiasakan mahasiswa dengan suasana lingkungan kantor sedini mungkin,,” lanjutnya.

Selain pembahasan mengenai kerjasama yang sudah terjalin, pihak Pegadaian dan IBK Nitro juga sepakat menghadirkan Galeri Pegadaian, yang nantinya berada di lobby utama kampus IBK Nitro.

Baca Juga :   Iqbal Suhaeb Terima Bantuan 1 Ton Mie Instant dari Misho Japanese Restaurant

Galeri Pegadaian sendiri nantinya akan memiliki konsep learning center, dimana para mahasiswa dapat berdiskusi dan memanfaatkan fasilitas yang ada.

Nur Rachmat