Pandemi, PT Indonesian Paradise Property Tbk Tetap Lanjutkan Proyek di Makassar

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pandemi Covid 19 memberi dampak besar bagi pebisnis, termasuk pebisnis properti PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP). Namun demikian, INPP tetap melanjutkan sejumlah proyek yang sudah berjalan, diantaranya proyek di kota Makassar, 31 Sudirman Suite. Selain itu, ada juga sejumlah proyek pembangunan di Bali seperti Hotel Aloft dan Yello Kuta Beach, extension Beachwalk Shopping Centre, serta pembangunan Beachwalk Residence.

Saat Public Expose PT. Indonesian Paradise Property Tbk yang digelar secara virtual, Kamis (3/12), Direktur INPP, Taufik mengakui, perseroan menghadapi tantangan luar biasa akibat pandemi Covid 19. Pada periode sembilan bulan 2020, INPP mengantongi pendapatan sebesar Rp 336 miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar 50,55% jika dibandingkan periode sama 2019. INPP membukukan kerugian usaha Rp 25,21 miliar per kuartal ketiga 2020. Namun demikian, INPP masih membukukan laba bersih Rp 73,91 miliar, merosot dari laba bersih pada kuartal ketiga 2019 yang mencapai Rp 1,94 triliun. Tingginya laba bersih INPP saat itu disebabkan laba penjualan investasi saham senilai Rp 1,58 triliun.

Pun dengan keputusan resmi pemerintah memangkas libur akhir tahun dan cuti bersama Desember 2020 akibat kekhawatiran melonjaknya pasien positif Covid 19 di tanah air.

“Pemangkasan waktu libur dan cuti bersama tidak kami pungkiri berdampak bagi sektor pariwisata. Namun, INPP mendukung langkah-langkah meminimalisir penularan Covid 19,” ujar Taufik.

Ia meyakini keputusan pemangkasan cuti bersama ini tidak akan berdampak banyak bagi target INPP hingga akhir tahun. Dimana, hingga akhir tahun ini INPP mengestimasikan pendapatan berada dikisaran Rp 440 miliar, setelah dilakukan revisi target sebelumnya Rp 594 miliar.

“Kami yakin program yang kami miliki di bisnis perhotelan dan pusat perbelanjaan tetap mampu menarik minat masyarakat,” sebut Taufik

Baca Juga :   BANK GENCAR DORONG LAYANAN KREDIT DIGITAL

Taufik membeberkan, rata-rata tertimbang tingkat hunian perhotelan pada sembilan bulan pertama 2020 sebesar 27,84% dengan proyeksi sampai akhir tahun mencapai 28,78%. Namun, estimasi Taufik, tingkat okupansi hotel hingga tutup tahun 2020 hanya 26,47% atau 91,98% dibandingkan target.

Sementara itu, rata-rata tertimbang tingkat hunian komersial per 30 September 2020 sebesar 92,35% dengan estimasi tingkat hunian hingga akhir 2020 sebesar 83,70%.

Sementara itu, paparan publik dilakukan dalam rangka penyampaian informasi tahunan kepada publik. Dimana, pada pemaparan ini disampaikan Laporan Kinerja 2019 dan rencana pengembangan Perseroan.

Pada 2019, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan double digit. Pendapatan Bersih naik 16,85% atau sebesar Rp 129,81 miliar pada tahun sebelumnya yang tercatat Rp 770,40 miliar menjadi Rp 900,21 miliar. Pertumbuhan ini ditopang peningkatan kinerja usaha terutama dari segmen penjualan properti (apartemen) diiringi dengan kenaikan pada segmen usaha perhotelan dan shopping center.

Laba Tahun Berjalan Perseroan tercatat Rp 2,08 triliun, mengalami peningkatan secara signifikan 1.593,44% atau sebesar Rp 1,96 triliun dibandingkan 2018 yang tercatat Rp 122,89 miliar. Peningkatan Laba tahun Berjalan tersebut terutama disebabkan oleh taba pelepasan saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN). Melalui penjualan seluruh saham PLIN milik Perseroan tersebut maka Perseroan melakukan investasi melalui Dana Investasi Real Estate (DIRE) berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Simas Plaza Indonesia (DIRE Simas Plaza Indonesia) serta membeli saham dan menyuntikkan modal pada PT Plaza Indonesia Mandiri (PIM).

Transaksi ini bertujuan untuk melakukan investasi jangka panjang pada portofolio aset real estat maupun aset-aset lainnya, yang dapat memberikan distribusi pendapatan yang stabil dan berkesinambungan serta pertumbuhan atas pokok investasi.

Dengan meningkatnya laba di tahun 2019, maka laba per saham Perseroan juga meningkat dari 6,82 di tahun 2018 menjadi 181,37 di tahun 2019. Ekuitas mencapai Rp6,33 triliun, naik 45,34% atau sebesar Rp1,98 triliun dibandingkan pada tahun 2018 sebesar Rp4,36 triliun. Perseroan juga mencatatkan Total Aset sebesar Rp7,99 triliun, tumbuh Rp1,03 triliun atau 14,72% dibandingkan pada tahun 2018 sebesar Rp6,96 triliun.

Baca Juga :   WISATA KULINER ALA JIMBARAN BALI DI AKKARENA

Adapun hasil dari penjualan saham serta investasi DIRE yang dilakukan Perseroan digunakan Perseroan untuk membayar utang. Dengan demikian, utang Perseroan di akhir tahun 2019 menjadi salah satu terendah di top 6 listed property entities di lndonesia, dengan nilai pencapaian Rasio Utang terhadap Ekuitas sebesar 0,26x dari sebelumnya 0,60x.

Berbagai perkembangan serta indikator ekonomi global hingga menjelang akhir tahun 2019 sempat mendorong optimisme prospek perbaikan perekonomian domestik pada 2020. Prospek perbaikan tersebut ditopang oleh efektivitas kebijakan makroekonomi yang telah ditempuh banyak negara pada 2019. Selain itu, kemajuan kesepakatan dagang tahap pertama Amerika Serikat-China pada akhir tahun 2019 juga memberikan optimisme perbaikan kondisi ekonomi global pada 2020.

Dalam perkembangannya, proses pemulihan ekonomi global tertahan setelah Covid-19 merebak di China sejak akhir Januari 2020. Kemudian, penyebaran Covid-19 yang meluas ke banyak negara di luar China menekan perekonomian dunia. Hingga pertengahan Maret 2020, Covid-19 telah menyebar ke 159 negara, tidak hanya di kawasan Asia, tetapi juga ke Eropa dan Amerika Serikat. Perkembangan ini semakin meningkatkan ketidakpastian dan menurunkan kinerja ekonomi global, serta memicu pembalikan modal ke aset keuangan yang dianggap aman dan menekan banyak mata uang dunia.

Dengan keadaan dampak pandemi yang terus berlanjut sampai triwulan III tahun 2020, Perseroan telah dan akan terus mengambil langkah-langkah efisiensi yang sesuai dan bijaksana dalam rangka mempertahankan seluruh operasional bisnis, serta langkah -langkah strategis lainnya untuk mempersiapkan “reset” di tahun 2021. Hal ini kian berkesinambungan dengan upaya Perseroan untuk terus mengelola sumber daya secara efisien dan mengarah pada penciptaan ide-ide, inovasi dan kreativitas cerdas, guna menghasilkan kinerja prima dan berkesinambungan untuk meraih pertumbuhan secara berkelanjutan.

Baca Juga :   Jelang Natal dan Tahun Baru Dibuka Posko Terpadu di Bandara dan Pelabuhan

Dalam pengupayaan peningkatan kinerja, Perseroan mengambil inisiatif strategis perluasan bisnis untuk terus bertumbuh dalam menghadapi makroekonomi yang penuh tantangan, dengan disertai langkah penuh percaya diri serta keyakinan bahwa kami akan berhasil. Perseroan berkomitmen dan berusaha menjadi yang terbaik untuk kepuasan pelanggan dengan menghasilkan kualitas kinerja, serta memberikan stakeholder value melalui kesempurnaan inovasi dan kreativitas dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan.

Perseroan juga memberdayakan Sumber Daya Manusia dengan mengembangkan fleksibilitas dan mendorong perbaikan terus-menerus sehingga mereka mampu untuk menerima dan beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan. Upaya ini juga didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi terkini guna meraih pelanggan baru.

Pada tahun 2019, total investasi barang modal untuk pengembangan proyek adalah sebesar Rp. 259,6 milyar, dengan proporsi investasi pada proyek-proyek Perseroan yang tersebar di beberapa kota-kota besar di Indonesia antara lain Jakarta, Batam, Bali & Makassar. Hal ini sejalan dengan visi Perseroan untuk mengembangkan dan menciptakan iconic lifestyle destination di kota-kota terbesar di Indonesia melalui pencapaian yang inovatif dan kreatif. Pengembangan proyek yang saat ini sedang berjalan adalah Sahid Kuta Lifestyle Resort 2 dan 31 Sudirman Suites Makassar. ***