PAD Besar, Ketua Asosiasi UKM AKUMANDIRI Minta Pemkot Punya Program Stimulun

Pelaku UMKM di Makassar. POTO : GILANG RAMADHAN/BISNISSULAWESI.COM

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pandemi Covid 19 membuat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Makassar harus kerja keras agar tetap jalan dan memutar modal yang telah dikeluarkan. Pemerintah pun belakangan mengucurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang besarnya Rp 2,4 juta per UMKM. Hanya saja, belum semua UMKM di Makassar menerima bantuan modal usaha tersebut. Oleh karenanya, Asosiasi UKM AKUMANDIRI mengharapkan pemerintah kota (Pemkot) Makassar yang notabena memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar, punya program stimulan yang bisa membantu pelaku UMKM.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi UKM AKUMANDIRI, Baso Bachtiar. Ia mengaku, bersama 400 pelaku UMKM di Makassar belum mendapatkan BLT, meskipun sudah mengirim data-data yang diperlukan.

“Kami sudah mengirim data semua UMKM yang tergabung dalam asosiasi. Semuanya melalui kementerian. Hanya saja belum dapat karena penyaluran tahap pertama, pemerintah menggunakan data UKM dari BRI,” ujarnya kepada Bisnis Sulawesi, Senin (7/9/2020).

Selain berharap pencairan BLT dari pemerintah pusat, Baso Bachtiar berharap Pemkot Makassar memilik program stimulan yang benar-benar nyata untuk UMKM.

“Makassar kota besar, PADnya banyak tapi belum ada program yang benar-benar nyata untuk UMKM. Pemkot harus komitmen secara kualitas dan kuantitas target penumbuhan UMKM,” katanya.

Diakui Baso Bachtiar, sampai saat ini belum ada UMKM di dalam asosianya yang sampai gulung tikar akibat pandemi Covid 19. Namun, omsetnya yang rata-rata terjun bebas.

“Kami tetap semangat mengembangkan sistem pemasaran dalam jaringan (daring), membangun pola kolaborasi marketing, evaluasi perencanaan bisnis dan lain-lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Evi Apryalti menyebutkan, setidaknya ada 8.584 UMKM telah mendapat BLT berupa dana usaha sebesar Rp 2,4 juta per UMKM.

Dalam hal itu, pihak Pemkot juga membantu pelaku UKM untuk mendapat bantuan pinjaman kredit perbankan.

“Dari jumlah pengajuan, tentu tidak semua bisa menerima karena masih dilakukan seleksi,” ujarnya. Gilang Ramadhan