Menuju Kurva Landai

Hamdan Juhannis. POTO : ISTIMEWA

 

Oleh: Hamdan Juhannis

Sebagai warga Makassar, saya berbahagia menerima kabar dari laporan yang dirilis pemerintah, bahwa hari ini tidak ada pasien baru yang terindikasi positif corona.

Saya langsung menelpon teman saya yang ahli statistik, bahwa bisakah ini dianggap sebagai sesuatu pertanda bahwa kita menuju curva landai dalam Ilmu Statistik? Kebetulan saya pernah mendengar istilah ini. Curva adalah penggambaran trend tentang pergerakan sebuah kejadian, dan bila melandai itu pertanda kejadiannya cenderung tidak akan mengalami lonjakan.

Saya bertanya pada teman saya, bisakah ini pertanda bahwa dengan 0 positif hari ini di Makassar menunjukkan tanda penyebaran virus ini tidak akan melonjak dan akhirnya mengalami penurunan?

Teman saya menjawab: Bisa, kalau itu dilihat sebagai hasil sebuah intervensi. Saya mengatakan itu adalah hasil intervensi. Tingkat kesadaran masyarakat makin baik, gerakan menjaga jarak semakin meluas. Kesadaran mencuci tangan dan memakai masker semakin meluas. Pemerintah semakin kreatif dalam menanggulangi wabah dan gerakan masyarakat sipil semakin tampak.

Lalu teman saya yang ahli statistik merespon bahwa itu berarti hasil 0 yang positif pada hari ini tidak terlepas dari intervensi. Artinya, kurva landai di Makassar insyaallah akan berlangsung. Penyebaran virus tidak akan melonjak dan bila kurva itu akan dibuat menurun atau berhenti dari sifatnya melandai, maka intervensi itu harus semakin ketat.

Setelah menutup telepon saya merenung, bahwa kuncinya sekarang adalah meningkatkan capaian kesadaran dan kepatuhan dalam menyikapi virus yang sudah membuahkan hasil. Semoga!

Penulis : Rektor UIN Alauddin Makassar