Menanti Titik Balik LQ 45

Prof. Ir Gede Sri Darma, ST, MM, D.B.A., CFP, IPU

Direktur Undiknas Graduates School

KINERJA Indeks LQ45 baru kembali bertaji pada tahun 2021, setelah sepanjang tahun 2020 terkoreksi 5,14% secara year-to-date atau berada di bawah bayang-bayang Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG.

Sentimen pemulihan ekonomi nasional dan kehadiran vaksin Covid-19 menjadi pendorong optimisme investor pasar modal sehingga tahun depan, tepat bagi investor untuk masuk kembali ke lantai bursa.

Selain itu, pemulihan ekonomi China dan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat dapat mengurangi ketidakpastian global sehingga aliran investasi asing akan lebih banyak membanjiri emerging market, salah satunya Indonesia.

Masuknya dana asing tersebut, khususnya ke pasar modal, bakal menyasar saham-saham emiten big caps sehingga berpotensi mendukung laju indeks LQ45 dan mengangkat indeks.

Di sisa tahun 2020, IHSG berpeluang terkoreksi seiring dengan banyaknya libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Pada saat yang bersamaan, paket stimulus Amerika Serikat senilai US$900 miliar yang bakal segera diketok juga dapat berimbas pada pasar global.

Sepanjang tahun berjalan 2020, kinerja indeks LQ45 yang dihuni sejumlah emiten likuid dan berkapitalisasi pasar besar (big caps) masih underperform terhadap IHSG yang hanya turun 3,1% pada periode yang sama.

Bahkan, kinerja indeks LQ45 kalah telak bila dibandingkan dengan indeks IDX SMC Liquid.

Secara ytd, indeks yang dihuni oleh emiten-emiten berkapitalisasi pasar kecil hingga menengah itu mampu mencetak pertumbuhan 8,92%.

POTO : ISTIMEWA

Beberapa saham emiten big caps menjadi pemberat indeks LQ45 seperti PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing terkoreksi 3,26% dan 9,25% dalam 6 bulan terakhir.

Sementara itu, saham-saham yang menjadi pendorong utama indeks LQ45 dalam periode yang sama a.l. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang naik 38,06%, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 22,34%, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 37,3%, dan PT Astra International Tbk. (ASII) naik 31,67%.***

Baca Juga :   10 SMP Negeri Hasil Regrouping Siap Terima Peserta Didik Baru