Konsumsi BBM Turun, Pertalite Alami Penurunan Tertinggi, 22 Persen

Pertamina MOR VII melakukan pengecekan kondisi stok BBM menjelang Ramadan. POTO: HUMAS PERTAMINA MOR VII

 

 

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam dua bulan terakhir alami penurunan drastis, sebagai dampak mewabahnya Covid 19. Berbeda dibanding dua bulan pertama 2020 (Januari dan Februari, red), penurunan konsumsi BBM  mencapai rentang 15,3 persen hingga 22 persen.

“Pandemi Covid 19 berdampak pada berkurangnya ativitas penggunaan kendaraan, sehingga penggunaan BBM juga menurun,” ujar Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, Hatim Ilwan.

Pertamina MOR VII mencatat, penurunan komsumsi secara signifikan terjadi jenis Gasoline, yaitu premium serta Perta Series yang terdiri dari Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo. Sementara untuk produk-produk Gasoil yang meliputi Solar JBT, Pertamina Dex, Dexlite, dan Solar Non-PSO cenderung stabil dibandingkan dengan penyaluran normal sepanjang Januari-Februari 2020.

‘’Hingga minggu ketiga April 2020, konsumsi BBM jenis Gasoil untuk seluruh wilayah Sulawesi cenderung stabil di kisaran 2.300-an Kilo Liter (KL)/hari,’’ ujar Hatim.

Adapun BBM jenis Gasoline mengalami penurunan sebesar 15,3% menjadi 5.966 Kiloliter/hari dari yang semula saat penyaluran normal sepanjang Januari-Februari 2020 masih berada di level 7.041 Kiloliter/hari.

‘’Penurunan konsumsi Gasoline terbesar dialami oleh produk Pertalite yang mencapai 22 persen,’’ jelasnya.

Meskipun ada tren penurunan, Hatim memastikan Pertamina tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan terkait dinamika komsumsi BBM selama masa satgas. Pertamina memastikan pasokan dan distribusi BBM tetap terjaga.

Sementara itu, menjelang Ramadan dan Idul Fitri, seperti tahun-tahun sebelumnya, PT Pertamina (Persero) selalu membentuk tim Satuan Tugas (Satgas). Langkah ini diambil guna memastikan stok dan distribusi BBM dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman dan terkendali.

Tahun ini agak berbeda. Dalam situasi pandemi Covid 19, satgas yang dimulai sejak 8 April hingga 8 Juni mendatang, diberi nama Satgas Rafico 2020 atau Satgas Ramadhan, Idul Fitri dan Covid9 Tahun 2020.

Baca Juga :   Teh Gelas Ajak Warga Makassar Berolahraga Sambil Berwisata

Satgas ini bertugas memastikan keandalan dan keselamatan layanan distribusi energi ke masyarakat, terutama selama Ramadhan dan Idul Fitri serta dalam situasi berjangkitnya wabah Covid19.

‘’Hingga  minggu ke-3 April 2020 ketahanan stok BBM aman. Ketahanan stok di wilayah Sulawesi untuk seluruh produk BBM rata-rata mencapai 14 hari. Bahkan khusus untuk jenis premium dan solar ketahanan stoknya masing-masing mencapai 15 dan 28 hari,’’ pungkas Hatim.

Nur Rachmat