Kepala BEI Sulsel : Investasi Pasar Modal, tak Hanya untuk yang Bermodal Besar 

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kepala Bursa Efek Imdonesia (BEI) Sulawesi Selatan, Fahmin Ammirullah saat melakukan Ngopi Series (Ngobrol Peluang Investasi) bersama Bisnis Sulawesi melalui Live Instagram mengatakan, untuk memulai investasi di pasar modal tidak membutuhkan modal yang besar. Karena Pasar Modal saat ini memasuki zaman inklusi yang diperuntukan untuk semua kalangan.

“Paradigma masyarakat saat ini masih banyak yang menilai bahwa berinvestasi di pasar modal perlu modal yang sangat besar, hal ini membuat inklusi pasar modal di Sulsel belum terlalu banyak. Untuk itu BEI terus melakukan edukasi baik secara langsung ataupun melalui media massa,” ungkapnya

Di pasar Modal, khususnya di Sulsel, lanjutnya banyak perusahaan yang memberikan keringanan saat memulai investasi, contohnya saja untuk membuat rekening efek hanya megeluarkan dana Rp.100 ribu.

“Dengan Rp 100 ribu ini membuat modal yang dibutuhkan semakin rendah, jadi tidak perlu modal yang besar. Nah untuk pembelian saham pun sekarang 1 lot itu dapat 100 lembar dan itu sudah bisa membeli saham. Berbeda dengan 15 tahun yang lalu harga saham 1 lot dengan 500 lembar yang membutuhkan dana Rp 20 juta hingga Rp 25 juta. Uang sejumlah tersebut di zaman itu, ya sangat tinggi, setara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta,” tutur Fahmin

Lebih lanjut Fahmin menuturkan peranan Bursa Efek Indonesia yaitu menyediakan dan mengatur yang ada di pasar modal ini. sehingga berbicara legalitasnya itu sudah sangat terjamin, diawasi langsung oleh otoritas jasa keuangan.

“Jadi sekuritas yang  terdaftar di BEI itu resmi dan sudah terjamin legalitasnya,” tutup Fahmin.

Komang Ayu