IKA Perikanan Unhas dan BKIPM Makassar Gelar Diskusi Penguatan Data Lalu Lintas Ikan

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Ikatan Alumni Perikanan Unhas bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar diskusi terbuka mengenai penguatan data lalu lintas ikan domestik keluar wilayah Selayar bertempat di Warkop Tanadoang tanggal 30 Juli 2019.

Diskusi ini bertujuan untuk menindaklanjuti hasil kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada bulan April 2019 lalu. Susi berpesan agar setiap kepala daerah berwenang mengatur pengelolaan sumberdaya laut. Salah satu bentuk tata kelola sumberdaya laut adalah dengan melalui penyajian data lalu lintas komoditi perikanan yang akurat, berkualitas dan mutakhir dalam mendukung program pemerintah.

Program Satu Data yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah upaya untuk mewujudkan data baku yang didukung oleh metadata sesuai standar dan dikelola dalam satu portal.

Menurut inisiator diskusi, Andi Cakra Gunar Putra, perlu adanya perbaikan dan penyempurnaan data lalu lintas komoditi perikanan yang dikeluarkan oleh instansi teknis sehingga tidak bias dan menyimpang.

“Selama ini, belum ada indikator yang menjelaskan data ikan yang keluar dari Selayar ke wilayah lain seperti apa, sehingga investor perikanan tidak berminat masuk karena ketidaktersediaan data yang akurat” terang Gunar.

Sementara itu, Kasi Pengawasan dan Pengendalian BKIPM Makassar, Mohammad Zamrud, yang hadir pada diskusi tersebut, menjelaskan bahwa fungsi sertifikasi yang melekat di Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) terhadap lalu lintas komoditas perikanan telah dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

Adapun komoditas perikanan seperti kerapu hidup dari Selayar diekspor dengan tujuan Hongkong melalui bandara Sultan Hasanuddin akan disertifikasi di Makassar. Ketika dikonfirmasi terkait penempatan petugas karantina ikan di Selayar, Zamrud, begitu ia disapa menyatakan telah dilakukan pengusulan pembukaan wilayah kerja karantina ikan Selayar ke pusat, tetapi harus menunggu persetujuan dan penilaian.

“Usulan sudah dikirim, kami masih menunggu hasil assessment pusat, termasuk kelengkapan data dukung potensi lalu lintas, sumber daya manusia dan infrastruktur. Kami berharap Selayar bisa disetujui menjadi salah satu pintu pengeluaran” jelas Zamrud.

Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Wilayah Kerja Selayar mencatat, sepanjang 2017 terdapat total 217.349 ton komoditi perikanan yang dilalulintaskan, dengan komoditas utama kerapu dan ikan layang.

Sebagaimana diketahui, sepanjang 2017 produksi udang vanamei di Selayar mencapai 400 ton yang didistribusikan ke pabrik-pabrik udang di Makassar. Udang vanamei merupakan komoditi perikanan dengan tujuan ekspor utama Vietnam, Jepang, Amerika Serikat, dan Tiongkok. /  Komang Ayu