Extraordinary

POTO : DOK. PRIBADI

 

Oleh : Gde Palgunadi

MUSISI aliran R&B dan juga ballads, John Roger Stephen, atau yang lebih keren dipanggil John Legend, belum lama ini merilis single teranyarnya bertajuk ‘’Bigger Love’’.

Dalam video klipnya yang sudah berseliweran di layar kaca maupun dunia maya, pelantun lagu lagu yang bikin galau dan baper ini, menayangkan bagaimana masyarakat kini tengah berperang melawan Pandemi Covid 19. Ada pesan kuat dalam tayangan ini.

Pelantun beberapa hits seperti ‘’All of Me’’ hingga ‘’Ordinary People’’ seakan mengajak bahwa perlu upaya yang lebih besar, perlu cinta yang lebih besar untuk segera keluar dari badai global ini. Para warganet, terutama para fans nya tentu tidak lupa ketika penyanyi asal negeri Paman Sam ini mengunggah foto bersama keluarga di akun Instagramnya  saat menikmati ayam goreng di gerai fried chicken local di Ubud-Bali. John legend ini memang benar-benar legend di hati para milenial.

Barangkali, di era pandemi ini, usaha yang besar saja belumlah cukup. Cinta yang besar juga mungkin masih kurang. Apalagi cinta palsu, cinta semalam, atau bahkan cinta pencitraan. Perlu upaya serta cara-cara yang lebih ‘’radikal’’ atau luar biasa. Terobosan  yang out of the box karena kejadian ini benar-benar merupakan extraordinary pandemic. Juga perlu pengorbanan yang benar-benar luar biasa.

Apakah selama ini pengorbanan masyarakat belum cukup? Belum luar biasa? Terlepas, dari beberapa anggota masyarakat yang belum disiplin dan masih tingginya kurva kasus, masyarakat sudah benar-benar total. Benar-benar cinta mati. Sudah menanggung semua dampak dari bencana ini. Ini mesti diapresiasi secara proporsional.

Disuruh stayhome, oke. Disuruh, tutup toko mereka manut. Dibatasi ruang geraknya oleh PSBB ataupun PKM, tidak masalah. Kalaupun kemudian muncul riak-riak, itu wajar. Muncul protes, itu biasa. Muncul tuntutan, itu wajar. Mereka adalah extraordinary people. Rakyat luar biasa yang sangat patuh pada pemimpinnya. Di Bali apalagi, desa adat benar benar luar biasa. Benar benar extraordinary local instrument.

Di satu sisi, ini sifatnya resiprokal. Kondisi ini juga memerlukan pemimpin yang tangguh. Extraordinary leader. Yang cakap, kuat, tahan banting dan tidak cemen. Mau menerima kritik, membuka pintu dialog, membuat adem hati rakyatnya,membuat tenang, membuat keputusan tepat dan tidak membingungkan.

Yess, right now, what we need are extraordinary leaders.. Tidak perlu buru-buru mengejar target. Tidak perlu terlalu berambisi jadi legend. Pemahat prasasti tidak kemana-mana. Just do it.

Penulis : Wartawan senior, pimpinan Bali Travel News