Bisnis Otomotif di Tengah Pandemi Covid 19

Bisnis otomotif terkena imbas Pandemi Covid 19 yang berakibat menurunnya daya beli masyarakat dan tingginya NPL di perusahaan pembiayaan. POTO : ILUSTRASI, MASYUDI FIRMANSYAH / BISNIS SULAWESI

 

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Bulan Ramadan, biasanya menjadi momen bagi bisnis otomotif untuk menawarkan beragam promo bagi calon pembeli. Seperti pembayaran uang muka rendah dan cicilan lebih ringan serta beragam promo lain. Pasalnya, di bulan Ramadan permintaan akan kendaraan biasanya meningkat. Lalu, bagaimana dengan Ramadan kali ini yang kondisinya agak berbeda mengingat bersamaan dengan pandemi Covid 19 dan seperti apa kondisi bisnis otomotif?

Branch Manager PT. Astra International Tbk. Daihatsu Sales Operation Makassar, Dodik Priambodo via WhatsApp, Sabtu (02/05/2020) menyebutkan, penyebaran Covid 19 yang berujung dikeluarkan berbagai kebijakan oleh pemerintah untuk menekan laju penyebarannya seperti bekerja, belajar dari rumah, kurangi bepergian hingga pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah, secara otomatis berdampak besar bagi  sektor otomotif secara bisnis.

Pandemi Covid 19 kata dia, secara langsung telah mempengaruhi ekonomi masyarakat. Daya beli menurun, kemampuan masyarakat membayar kredit juga terganggu yang mengakibatkan makin tingginya Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet di perusahaan pembiayaan.

‘’Untuk Astra Daihatsu sendiri secara bisnis pasti ikut terkena dampak, disebabkan daya beli masyarakat turun juga pengaruh tingginya NPL di perusahaan pembiayaan,’’ ujar Dodik.

Namun, secara perusahaan di bawah naungan Astra Internasional, Dodik mengaku bersyukur karena sampai saat ini pihaknya masih jalan, termasuk diantaranya tetap berusaha mempertahankan karyawan dengan baik.

‘’Jadi, sampai saat ini tidak ada PHK di tempat kami,’’ ujarnya.

Untuk pembelian kendaraan, pria asal Surabaya ini mengatakan masih tetap ada, khususnya di segment fix income dan perusahaan seperti kendaraan jenis passenger tipe terios, ayla dan sigra.

Pada Ramadan kali ini, Dodik mengaku tidak banyak membuat promo. Namun lebih pada sosialisasi ke customer tentang perpanjangan masa warranty kendaraan. Dalam kondisi seperti ini (Pandemi Covid 19 ditambah pemberlakuan PSBB, red), pihaknya mengaku tidak mau membebani customer yang tidak bisa melakukan servis tepat waktu.

‘’Kalau penjualan, promo tetap ada melalui jaringan channel perusahaan pembiayaan yang sudah MoU dengan kami. DP start tetap dari 20 persen, bunga start 3,5 persen. Harapannya, customer loyal kami dapat memanfaatkan promo bulan ini dengan baik,’’ pungkasnya.

Bali Putra