Berani dan Selalu Bersemangat

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, pepatah perjuangan ini rupanya masih sangat relevan dijalankan saat ini. Termasuk untuk menjalankan sebuah usaha. Setidaknya, pepatah ini juga kerap menjadi slogan bagi seorang pengusaha yang telah mencetak banyak wirausahawan muda yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, I Wayan Suprianta. Untuk mengembangkan sebuah usaha menurut Wayan yang merupakan Direktur Utama PT. Brawijaya Group Indonesia, sangat dibutuhkan tim kerja yang solid dengan visi misi yang sama.
Dengan slogan itu pula, tentu ditambah kerja kerasnya, Wayan saat ini sudah memiliki 28 kantor. Bukan hanya di Makassar, juga tersebar di 17 propinsi di Indonesia diantaranya di wilayah Sulawesi, Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat. Tak heran, jika pria berdarah Bali ini harus wara-wiri terbang dari kota satu ke kota lain, propinsi satu ke propinsi lain untuk memperkokoh pondasi usaha yang dibangun. Wayan juga sering hadir memberi pelatihan dan motivasi bagi anak-anak muda yang tertarik berwirausaha.
“Target saya memiliki 100 kantor di seluruh Indonesia. Semoga omzet kantor yang sudah ada saat ini semakin besar,” ujar Wayan kepada Bisnis Sulawesi
Laki-laki kelahiran Kolaka, 5 Oktober 1985, ingin mengajak anak-anak muda di Indonesia, khususnya Makassar mengikuti jejaknya berwirausaha. Wayan merekrut anak-anak muda untuk kemudian diberi pelatihan secara intensif yang selanjutnya dibantu permodalan dan pendampingan.
“Intinya, untuk berwirausaha, anak muda harus memiliki keberanian, selalu bersemangat dan siap dengan segala konsekuensi,” kata Wayan.
Seperti dirinya, yang jatuh bangun dalam membangun usahanya hingga seperti saat ini. Bahkan dalam satu waktu, beberapa kantor minus keuangan. Sebelumnya Wayan memiliki 31 kantor, namun tiga kantor tutup akibat berapa faktor yang membuat operasional kantor tak berjalan baik.
“Dalam kondisi seperti itu, kita harus tetap siap. Tidak panik dan secara perlahan melakukan pembenahan. Sekecil apapun usaha yang kita jalankan, seyogyanya dijalankan secara profesional. Tempatkan SDM yang tepat di bidangnya dan tidak mencampuradukan kepentingan usaha dan urusan pribadi,” katanya.
***

Baca Juga :   Warga Gowa Bantu 20 Unit Pompa Penyemprotan dan Cairan Desinfektan ke PMI