Pererat Kebersamaan Antar Industri Keuangan, FKIJK Gelar Perayaan Natal

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR — Keluarga Besar Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulawesi Selatan menggelar Ibadah dan Perayaan Natal yang kedua kalinya bagi keluarga Besar Umat Nasrani yang tergabung dalam Forum FKIJK bertempat di Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar, Rabu (29/01).

Perayaan Natal tersebut diharapkan dapat mempererat kebersamaan antar seluruh keluarga besar Industri Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, terutama dalam menghadapi tahun 2020 yang penuh dengan tantangan.

“Tema Natal pada tahun 2019 adalah Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang. Tema ini memberikan pesan kebersamaan dan persahabatan yang membawa kita kembali kepada akar sejarah, cita-cita dan perjuangan bersama bangsa Indonesia yang bermartabat, yang dibangun dari berbagai macam perbedaan dan latar belakang,” ungkap Ketua Panitia Perayaan Natal 2019, Boas Singkali.

Sebagaimana kita sadari, Lanjut boas tahun 2019 adalah tahun yang penuh dengan tantangan bagi Ke-Bhinekaan, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Namun, di tahun tersebut kita berhasil melaksanakan Pemilu Presiden dan Legislatif yang penuh dengan berbagai dinamika dan cukup menguras energi. Selain itu, berbagai tantangan ekonomi global dan domestik yang cukup menguras pikiran dan tenaga, juga bisa kita lewati dengan optimis.

“Oleh karena itu, tema Natal kali ini sangat sesuai dan memberikan pesan yang sangat kuat, bahwa hanya dengan kebersamaan dan persahabatan yang tulus, dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan baik suku, budaya, bahasa, dan agama, kita dapat melalui berbagai tantangan bangsa serta memperkuat tali silahturahmi persaudaraan yang telah terjalin dengan sangat baik,” jelasnya.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal FKIJK Harry Edward Kwenre, mengatakan tahun 2020 tugas dan tantangan yang harus di hadapi di tahun ini semakin besar dan sulit. Tantangan pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak perang dagang, dan tuntutan peningkatan peran industri jasa keuangan dalam meningkatkan dan memperluas literasi serta inklusi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat menjadi komitmen kita kepada pemerintah dan stakeholders.

“Untuk itu, industri jasa keuangan harus mampu beradaptasi dengan cepat dan menjawab tuntutan dan ekspektasi dari masing-masing stakeholder melalui layanan yang excellent, produk yang inovatif, diserta dengan penerapan tata kelola yang baik dan manajemen risiko yang memadai, serta yang tak kalah penting adalah aspek penguatan edukasi dan perlindungan konsumen,” katanya.

OJK optimis perbaikan pertumbuhan ekonomi dan kinerja sektor jasa keuangan yang positif akan berlanjut di 2020, dan dalam menghadapi tantangan di tahun 2020 OJK telah menyiapkan lima kebijakan strategis yang diharapkan dapat mewujudkan ekosistem jasa keuangan berdaya saing dan berperan optimal dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas. / Komang Ayu