UMI Wisuda 2.424 Wisudawan, 19 Orang Raih Predikat Berprestasi

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR — Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar Takhrij Thalabat Wisuda Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor, di Hotel Four Points by Sheraton Makassar. Wisuda periode II tahun 2019 tersebut akan berlangsung dua hari, Sabtu-Ahad (14-15 Desember).

Pada wisuda periode kedua tahun ini, di hari pertama, Sabtu (14/12), UMI mewisuda sebanyak 1.184 orang. Sementara itu, besok, hari Ahad (15/12), akan diwisuda sebanyak 1.240 orang.

Secara keseluruhan wisudawan untuk periode kedua ini berjumlah 2.424 orang. Dengan rincian program S1 sebanyak 1.613 orang, program profesi sebanyak 359 orang, program D3 sebanyak 29 orang, program S2 sebanyak 384 orang, dan program S3 sebanyak 39 orang.

“Secara keseluruhan alumni berjumlah 103.944 orang. Mereka telah berkarya di beragam sektor, baik di dalam maupun luar negeri, dan memiliki peran strategis dalam membangun bangsa dan negara,” ujar Rektor UMI, Basri Modding, dalam sambutannya, Sabtu (14/12).

Sebanyak 19 orang memperoleh gelar wisudawan terbaik pada wisuda periode ini. Diantaranya, wisudawan dari Fakultas Teknologi Industri program studi Profesi Insinyur, Achyar Pasaribu, dan Resqi Anugrah S dari Fakultas Kedokteran program studi Profesi Dokter berhasil meraih IPK sempurna 4,00.

“Kepada anak-anakku yang masuk kategori wisudawan berprestasi, jika ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 Program Pascasarjana UMI, insya Allah akan diberikan beasiswa sebanyak 50% SPP,” jelasnya.

Komitmen UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah memberikan peluang sebesar-besarnya bagi para mahasiswa berprestasi atau berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah, khususnya dari desa binaan UMI.

“Hal ini dilakukan dengan pemberian beasiswa, 2,5 persen dari zakat penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya. Insya Allah tahun depan UMI juga akan memberikan beasiswa calon mahasiswa nusantara yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia berjumlah 20 orang,” ungkap Basri Modding.

Lanjutnya, ia mengharapkan kepada masyarakat agar kepercayaan terhadap UMI tetap dilanjutkan dengan memasukkan anak-anak atau keluarganya di UMI, kampus yang mengedepankan kualitas, menghasilkan sumber daya manusia yang berilmu amaliah, beramal ilmiah, berakhlaqul karimah, memiliki kecerdasan qur’aniah.

“UMI satu-satunya dan pertama PTS di luar Jawa yang menerima mahasiswa baru dengan berbasis online,” jelasnya. / Komang Ayu