Potensi Wisata Gastronomi Kota Makassar

N. Tri Suswanto Saptadi

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR — Kota Makassar merupakan salah satu kota yang cukup potensial dan ramai untuk dapat dikunjungi oleh para wisatawan, baik secara lokal maupun internasional. Berbagai potensi pariwisata telah berhasil dikembangkan di kota Daeng ini. Selain terkenal dengan wisata alam, kota Makassar juga cukup terkenal dengan wisata kuliner, yang mampu menyajikan berbagai makanan khas seperti pisang epe, coto, pallubasa, konro dan lain sebagainya. Wisata tersebut merupakan ajang menjajal kuliner khas setempat, yang tentu sudah menjadi hal biasa, dan banyak dikunjungi oleh masyarakat, dan tentunya wisatawan.

Saat ini Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata, telah menetapkan enam lokasi yang akan dijadikan destinasi wisata baru di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai wisata Gastronomi. Istilah ini masih relatif kurang atau jarang terdengar di telinga masyarakat umum,  bahkan relatif asing di Indonesia.

Wisata Gastronomi memang lebih bergaung di luar negeri dibanding dalam negeri. Menurut Hall dan Shraples (2003) sebagaimana yang dirangkum oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) yang berdiri tahun 1957 di Madrid Spanyol, wisata gastronomi adalah sebuah perjalanan yang berhubungan dengan makanan, ke suatu daerah dengan tujuan rekreasi. Termasuk berkunjung ke penghasil makanan utama dan kedua, pasar petani, acara memasak dan demonstrasi, acara festival makanan, serta mencicipi produk makanan berkualitas, dan aktivitas pariwisata yang berhubungan dengan makanan.

Melalui wisata makanan, para wisatawan akan dapat memperoleh pengalaman dan hasil dari proses belajar budaya yang berbeda. Kuliner bukan lagi sebagai sesuatu yang dikonsumsi semata, melainkan menjadi sifat atau atribut yang berhubungan dengan produk pariwisata. Cara yang dapat dilakukan wisatawan dengan cara berkunjung ke sawah, kemudian belajar menanam padi, dan memancing ikan yang ada di kolam.

Setelah itu belajar memasak dengan cara orang lokal. Pengalaman lain yang dapat diperoleh wisatawan adalah memasak di tungku dengan peralatan tradisional, dan makan bersama-sama dengan cara orang lokal. Kemudian saat wisatawan makan akan, ditemani chef yang mampu menjelaskan mengenai alasan makanan yang disantap lebih sehat serta budaya makan setempat.

Kota Makassar saat ini tengah mengembangkan destinasi wisata, diantaranya Pulau Lakkang, Pulau Lae-lae, Pulau Samalona, Kampung Rama (Jalan Dirgantara), Kampung Paropo dan Bontorannu (Kec. Mariso).

Pengembangan ini didasarkan pada potensi yang baik, seperti Lakkang sebuah pulau yang berada ditengah kota yang didalamnya terdapat banker peninggalan Jepang, Pulau Lae-lae dan Salamalona dengan pemandangan yang cukup indah dan mempesona dengan hamparan pasir putih dan air laut yang sangat jernih serta keindahan bawah lautnya yang sangat menawan, Kampung Rama dengan lokasi yang mayoritas warga Toraja dan warisan budaya luhur, Kampung Paropo dikenal dengan kesenian dan kampung budaya di Bontorannu.

Secara umum di Indonesia, khususnya di daerah tertentu, sebenarnya telah melakukan proses terkait Wisata Gastronomi tersebut. Namum sayangnya masih terdapat sedikit informasi yang dapat diperoleh, seperti penjelasan akan filosofi makanan, sehingga sebenarnya ini merupakan potensi dalam mengembangkan pariwisata dan perlu terus dibenahi.

Wisata Gastronomi sebenarnya sangat berkaitan erat dengan dunia pariwisata, dan tentunya dapat mendatangkan manfaat dan keuntungan bagi para pelaku wisata. Gastronomi tak hanya berkaitan dengan menikmati makanan, termasuk bagi orang yang saat ini ingin diet hidup sehat, tetapi melalui wisata ini wisatawan akan dapat mengetahui tahu asal usul suatu makanan. Semoga dengan Wisata Gastronomi ini, akan membuka peluang usaha dan memberikan kesempatan bagi pemerintah bersama masyarakat, dalam mengembangkan potensi wisata Kota Makassar.

Penulis: N. Tri Suswanto Saptadi – Dosen Informatika, Ekonomi dan Bisnis Universitas Atma Jaya Makassar