Meningkatkan Perekonomian Sulsel Melalui Kereta Api

N. Tri Suswanto Saptadi

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR — Keberadaan transportasi sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan yang berkesinambungan, dan terintegrasi pada suatu daerah menuju masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. Ketersediaan transportasi akan menjadi pendorong bagi berputarnya perekonomian, serta roda perdagangan dan industri.

Pembangunan jalur Kereta Api (KA) Trans-Sulawesi, tentunya agar membawa produksi antar daerah, yang terhubung secara baik menuju pintu keluar barang dan jasa, dengan skala angkut yang relatif lebih tinggi dan efisien. Masyarakat turut diuntungkan, karena waktu tempuh dari Makassar ke Parepare dan sebaliknya, akan menjadi lebih cepat. Biasanya waktu tempuh membutuhkan 4-5 jam, maka dengan KA, perjalanan diharapkan menjadi sekitar satu setengah jam.

Sasaran dari pengembangan jaringan jalur KA Trans-Sulawesi adalah untuk menghubungkan wilayah atau perkotaan, yang mempunyai potensi angkutan penumpang dan barang atau komoditas berskala besar, berkecepatan tinggi dengan tingkat konsumsi energi yang rendah.

Selain itu dapat mendukung perkembangan perkotaan terpadu, melalui integrasi perkotaan di wilayah pesisir pantai, baik industri maupun pariwisata serta agropolitan, yaitu kehutanan, pertanian, dan perkebunan.

Infrastruktur tersebut diharapkan akan membuka akses wilayah, dan mempercepat lalu lintas barang dan jasa. Selain itu juga dapat meningkatkan aksesibilitas, menekan biaya produksi, membuat skala produksi lebih tinggi, dan mendorong keunggulan komparatif produk, sehingga semua itu dapat memicu perkembangan ekonomi secara regional.

Kehadiran KA Trans-Sulawesi ini, akan membawa banyak dampak positif bagi dunia usaha, di mana akan menekan komponen biaya logistik yang tinggi dalam struktur biaya produksi.

Trans Sulawesi dibangun bukan untuk memenuhi kebutuhan yang sudah ada. Namun sebaliknya, moda transportasi berbasis rel itu dihadirkan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Trans-Sulawesi didirikan bukan untuk mengangkut sesuatu yang sudah ada, tetapi men-generate ekonomi wilayah tersebut, agar semakin produktif dan berkembang.

KA Trans-Sulawesi dibangun dengan sistem double track, sehingga akan lebih meningkatkan arus lalu lintas kereta. Selain itu, pembangunan jalur kereta tidak sebidang dengan jalan raya, sehingga akan meminimalisir kecelakaan kereta, akibat adanya persimpangan dengan jalan raya yang dilalui oleh kendaraan bermotor.

Kereta Trans-Sulawesi akan menghubungkan wilayah di Sulawesi dengan pelabuhan, yaitu Makassar New Port. Konektivitas yang tercipta itu diharapkan akan melahirkan industri baru di wilayah tersebut, sehingga pada akhirnya akan bermanfaat.

Kereta Api dapat menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan konektivitas infrastruktur antardaerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, dengan membangun jalur KA sebagai angkutan komoditas seperti kopi dan jagung, serta raw material atau hasil industri semen, yang dapat memajukan ekonomi masyarakat sekitar, sehingga kemacetan di jalan raya relatif menjadi berkurang.

Kendala yang mungkin terjadi dalam pembangunan jalur KA Trans-Sulawesi adalah terhambatnya proses pembebasan lahan yang berada di wilayah Maros, Pangkep, dan sebagian wilayah Makassar. Lahan tersebut berupa lahan kosong, persawahan, dan beberapa bangunan. DiharapkanĀ  peran pemerintah pusat dan daerah yang saling berkolaborasi, dan ditambah inisiatif dari masyarakat akan mampu mengatasi kendala.

Semoga pembangunan jalur KA Trans-Sulawesi dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat sekitar, dan para pelaku usaha, agar alur perjalanan penumpang maupun barang menjadi lebih terukur dan terjamin sampai tujuan sehingga meningkatkan perekonomian Sulsel.

Penulis: N. Tri Suswanto Saptadi – Dosen Informatika, Ekonomi dan Bisnis Universitas Atma Jaya Makassar