TOL LAYANG PETTARANI, MENGUBAH WAJAH MAKASSAR

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR —   Tol layang Pettarani Makassar sudah dalam tahap pengerjaan saat ini. Sebagian separator jalan disingkirkan. Beberapa ruas jalan pun terpaksa diputus aksesnya, untuk memperlancar proses pengerjaan. Pernahkah Anda membayangkan bagaimana jadinya tol layang Pettarani kedepan?

Dari visualisasi yang beredar, keberadaan tol layang senilai Rp 2,2 triliun tersebut bakal mengubah wajah Kota Makassar. Khususnya sepanjang Jalan AP Pettarani dari flyover Urip Sumoharjo, hingga pertigaan Jalan Sultan Alauddin. Panjang tol layang mencapai 4,3 kilometer.

Tol layang ini dikerjakan PT Bosowa Marga Nusantara (BMN). Menurut Direktur Utama PT BMN Anwar Toha, perusahaan ini menerima pemberian fasilitas kredit sindikasi sebesar Rp1.547.487.000.000, untuk membiayai pembangunan jalan tol layang AP Pettarani, Makassar.

Kredit tersebut terdiri atas pembiayaan konvensional yang diberikan BCA dan Bank Sulselbar. Dari total plafon sebesar Rp1,54 triliun, BCA menyalurkan kredit sebesar Rp1,31 triliun. Sementara Bank Sulselbar Rp230 miliar. Perjanjian kredit tersebut berjangka waktu 12 tahun.

pembangunan tol layang AP Pettarani yang merupakan seksi 3 dari Jalan Tol Ujung Pandang, segera dimulai konstruksinya sebab tidak diperlukan pembebasan lahan.
Jalan tol layang yang memiliki panjang 4,3 km. Konstruksi akan menggunakan desain kantilever (double decker) yang merupakan teknologi pertama di Indonesia, dan ditargetkan selesai pada tahun 2020.

“Pekerjaan konstruksi di perkotaan seperti ini harus dikerjakan 2 shift. Hari Sabtu dan Minggu harus tetap bekerja, agar selesai dengan cepat, sehingga tidak terlalu lama mengganggu arus lalu lintas,” ungkap Anwar.
Jalan tol layang ini akan menghubungkan Maros – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin – Jalan Tol Seksi I dan II – Jalan Andi Pangerang Pettarani hingga ke Jalan Sultan Alauddin.

Tol Layang Makassar ini memiliki jalur off/on ramp di tiga titik, yakni di Jalan Urip Sumiharjo, Jalan Boulevard, dan Jalan Sultan Aluddin. Sementara kendaraan dari arah Sultan Alauddin dapat melewati tol layang langsung ke bandara, tanpa melewati jalur utama Petta Rani. Diperkirakan, jalan tol layang ini mampu melayani hingga 45 ribu kendaraan dari arah tol Ir Sutami, saat beroperasi nanti di tahun 2020./Nur Rachmat