Tak Masuk 10 Besar Nasional, Nilai Ekspor Sulsel Anjlok

26
Sebuah kapal yang mengangkut mobil, bersiap sandar di pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. Tahun 2017, Provinsi Sulawesi Selatan tidak masuk 10 besar daerah dengan nilai ekspor terbesar di Indonesia.

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Secara nasional Sulsel tidak masuk 10 besar daerah dengan nilai ekspor terbesar. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor barang asal Sulsel yang dikirim lewat beberapa pelabuhan pada November 2017 tercatat mencapai US$ 76 juta atau Rp 1,03 triliun (kurs US $ 1=Rp 13.558). Angka ini mengalami penurunan sebesar 5,05 persen bila dibandingkan nilai ekspor Oktober 2017 yang mencapai US$ 80,04 juta atau Rp 1,08 triliun.

Sementara itu, capaian November 2017 juga tercatat mengalami penurunan sebesar 25,70 persen dari kondisi bulan yang sama dengan tahun sebelumnya mencapai US$ 102,29 juta atau Rp 1,38 triliun.

Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) Sulsel, Nursalam Salam mengemukakan, secara komulatif ekspor Sulsel periode Januari-November 2017 mencapai US$ 898,74 juta atau Rp 12,13 triliun mengalami penurunan sebesar 12,50 persen. “Dibandingkan dengan keadaan pada 2016 yang mencapai US$ 1027,11 Juta atau Rp 13,92 triliun,” katanya saat jumpa pers, Jumat (15/13/2017).

Penurunan ini disumbang dari turunnya kelompok komuditi ekspor Sulsel secara bulanan, mulai dari nikel turun 3,18 persen, biji-bijian dan tanaman obat turun 2,95 persen, kayu dan barang kayu turun 71,34 persen, daging ikan dan hewan air lainnya turun 57,89 persen, ampas turun 92,39 persen, serta lak getah dan damar turun 17,55 persen.

“Namun nikel masih jadi komoditas dengan nilai ekspor terbesar pada November 2017 dengan nilai sebesar 55,28 persen, disusul komoditas biji-bijian berminyak dan tanaman obat 13,51 persen, garam, belerang dan kapur 5,77 persen, ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya 5,39 persen, serta kakao 4,60 persen,” katanya./Komang Ayu